ASSALAM'MUALAIKUM WR WB...

Selamat datang para pengunjung website resmi FIMI [Forum Intelektual Mahasiswa Islam] semoga bermanfaat untuk kejayaan Islam. FIMI mempunyai VISI melanjutkan kehidupan Islam.

SIMNAS (Simposium Nasional) BKLDK 2016

Simposium Nasional Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus 2016 | 25-27 Maret 2016 | Institut Pertanian Bogor

Yuk Berjuang Dalam Dakwah

Berjuang Mati | Tidak Berjuang Juga Mati | Mari Berjuang Sampai Mati | Berharap Ridho Illahi

QS. Al-Baqorah : 41

Dan Janganlah Kamu Menukarkan Ayat-Ayat-Ku Dengan Harga Yang Rendah (QS. Al-Baqorah : 41)

HR. Ahmad dan Abu Dawud

Barang Siapa Yang Menyerupai Suatu Kaum Maka Dia Termasuk Golongan Mereka (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Minggu, 21 Februari 2016

MAKSIMALKAN SISA USIA UNTUK KETA’ATAN

Imam Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah (wafat 187 H) 
pernah berkata kepada seseorang: “Berapa usiamu?” Orang 
itu menjawab: “60 tahun.” Al-Fudhail berkata: “Berarti sejak 
60 tahun engkau berjalan menuju Tuhanmu dan hampir-hampir engkau akan sampai pada-Nya”.

Mendengar hal itu, orang tersebut berkata:
“Tahukah engkau tafsir dari kalimat yang engkau ucapkan? 
(tafsirnya adalah) engkau katakan: bahwa aku adalah hamba 
milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Maka barang siapa 
yang mengetahui bahwa dia adalah hambanya Allah dan dia 
akan kembali kepada-Nya, hendaklah ia mengetahui bahwa 
ia akan dibangkitkan di hadapan Allah kelak. Dan siapa yang 
tahu bahwa ia akan dibangkitkan, maka hendaklah ia 
mengetahui bahwa ia akan ditanya, dan siapa yang tahu ia 
akan ditanya maka hendaklah ia mempersiapkan jawaban.”

Orang itu bertanya: “Lalu apa jalan keluarnya?” Al-Fudhail 
menjawab: “Mudah.” “Apa itu?” tanya laki-laki tersebut. Al-Fudhail berkata:
Engkau berbuat baik pada umurmu yang tersisa, niscaya 
akan diampuni bagimu apa yang telah lewat, karena bila 
engkau berbuat jelek dengan umurmu yang tersisa engkau 
akan disiksa karena kejelekan yang telah lalu dan yang akan 
engkau perbuat dalam sisa umurmu.” (Jâmi`ul Ulum wal 
Hikam, 2/383, Mu’assasah ar Risalah, Maktabah Syâmilah)
Sungguh banyak sekali perbuatan baik, dan sungguh pendek 
usia manusia. Oleh sebab itu kita tidak boleh menganggap 
enteng suatu perbuatan baik, namun demikian, ketika 
perbuatan baik yang satu berbenturan dengan perbuatan 
baik yang lain, kita juga dituntut untuk memprioritaskan 
mana yang lebih utama dilakukan.

Syara’ telah memberi petunjuk pada kita bahwa kewajiban 
lebih utama dan paling dicintai Allah dari yang 
sunnah, dan yang sunnah tentu jauh lebih utama dari 
yang mubah (boleh). Dalam hadits qudsi disebutkan:
“Dan tidaklah bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Ku 
seorang Hamba-Ku dengan sesuatu yang lebih aku sukai 
daripada dia menjalankan kewajibannya. Dan tidak henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan 
perbuatan-perbuatan sunnah nafilah hingga Aku 
mencintainya.” (HR. al Bukhari)

==============================
Raih Amal Sholih dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
==============================
E-mail : forumintelektualmahasiswaislam@gmail.com
PIN BBM : 545D2A31
==============================

Simposium Nasional (Simnas) BKLDK 2016: Islam Rahmatan lil 'Alamiin Jalan Indonesia Menuju Adidaya Baru


Simposium Nasional (Simnas) BKLDK 2016: Islam Rahmatan lil 'Alamiin Jalan Indonesia Menuju Adidaya Baru
1. Kapitalisme-Liberalisme Sumber Problematika Pendidikan di Indonesia
2. Liberalisasi Pendidikan ditandai dengan disahkannya UU No. 12 tahun 2012 tentang Perguruan TInggi. UU ini telah mengubah perguruan tinggi layaknya perusahaan swasta oleh karena perguruan tinggi diberikan hak untuk menentukan kebijakan dan memiliki otonomi untuk mengelola pendidikan dan lembaganya baik akademik maupun non akademik (keuangan, dll). Semua ini berdampak pada melonjaknya biaya pendidikan.
3. Sebagai bukti adanya liberalisai pendidikan, UNPAD mensyaratkan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan sebesar Rp 2 juta ditambah Dana Pengembangan yang jumlahnya bervariasi antara Rp 12 juta (sastra daerah, sastra Perancis), Rp 57 juta (ekonomi akuntansi berbahasa Inggris) hingga Rp 177 juta (kedokteran).
4. Bukti lain, UGM mematok Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik (SPMA) terendah Rp 10 juta (Filsafat), Rp 50 juta (Ekonomi Akuntansi/Ekonomi Manajemen) hingga Rp 100 juta (Kedokteran); Fakultas Kedokteran UNAIR Surabaya mematok biaya masuk minimal senilai Rp 175 juta dari jalur mandiri; Unibraw mematok uang Sumbangan Pengembangan Fasilitas Pendidikan (SPEP) bagi calon mahasiswa Fakultas Kedokteran sebesar Rp 155 juta. Sumbangan sebesar itu merupakan jalur mandiri.
5. Masalah tidak hanya terjadi pada pendidikan tinggi, pendidkan dasar dan menengah pun sarat permasalahan. Buktinya, demi menjamin kebebasan maka penyelenggaraan pendidikan tidak boleh diatur secara sentralistik dan harus sebanyak mungkin bersifat otonom. Disinilah kita bisa tahu kenapa kurikulum nasional “dibonsai” dan penentuan materi serta muatan program makin banyak diserahkan kepada pihak sekolah. Sekolah yang menentukan buku materi pengajaran yang digunakan, yang dalam prakteknya banyak terjadi perselingkuhan dengan penerbit dengan imbalan tertentu.
6. Otonomi yang diberikan juga mencakup pendanaan. Akibat kapitalisme dan liberalisasi pendidikan, peran pendanaan oleh pemerintah harus makin berkurang dan sebaliknya pendanaan oleh masyarakat (orang tua siswa) makin besar. Sekolah berkualitas pun menjadi mahal. Akibatnya, terjadinya ‘lingkaran setan’ kemiskinan. Orang miksin tidak bisa mendapat pendidikan berkualitas. Mereka tidak bisa mengembangkan potensi dirinya dan tetap terperangkap dalam kemiskinan. Masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial-ekonomi. Hanya orang menengah keatas yang bisa mengakses pendidikan berkualitas. Padahal sekolah seharusnya dapat menjadi pintu perbaikan taraf hidup bagi si miskin. Selain itu juga akan melanggengkan penjajahan.
7. Semua problem pendidikan yang terjadi saat ini bermuara pada diterapkannya kapitalisme-liberalisme dengan prinsip 4 kebebasan (perilaku, pendapat, beragama dan kepemilikan). Kapitalisme-liberalisme berlandaskan akidah sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Akibatnya pelajaran agama dan moral, misalnya, diajarkan di sekolah sekedar sebagai ilmu, bukan untuk dipedomani dan dijadikan panduan. Konon itu demi menjamin kebebasan.
8. Pendidikan dalam sistem kapitalisme-liberalisme tidak ditujukan membentuk kepribadian. Pendidikan justru dijadikan penopang mesin kapitalisme dengan diarahkan untuk menyediakan tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan keahlian. Akibatnya kurikulum disusun lebih menekankan pada pengetahuan dan keahlian tapi kosong dari nilai-nilai agama dan moral. Pendidikan akhirnya hanya melahirkan manusia robotik, pintar dan terampil tapi tidak religius dan tak jarang culas.
9. Karena itu harus dilakukan reorientasi dan penataan kembali pendidikan mulai dari filosofi, tujuan dan kurikulum sampai ke manajemen pendidikan, metode pembelajaran, substansi pengajaran, pendanaan pendidikan, dan sebagainya. Pendidikan harus dibebaskan dari kapitalisme-liberalisme.

Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bandung Raya Tolak LGBT, Selamatkan Generasi dengan Syariah




Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bandung Raya Tolak LGBT, Selamatkan Generasi dengan Syariah

Aksi yang dilakukan mengambil start dari Masjid Istiqomah menuju Balai Kota Bandung ini diikuti oleh puluhan Mahasiswa dan Pemuda Bandung Raya. Mereka menyatakan 5 hal, tentang sikap bersama terhadap LGBT, yaitu :
1. Menolak dengan tegas aktivitas dan kampanye LGBT.
2. LGBT adalah penyimpangan eksual yangbbertentangan dengan Syariat Islam, membahayakan kesehatan, merusak moral dan mengancam kelangsungan generasi.
3. Menyeru kepada berbagai komponen di tengah masyarakat baik penguas, tokoh agama, tokoh pendidik, media hingga pemuda dan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam melawan dan menangkal LGBT.
4. Menyeru kepada seluruh kaum muslimin di negeri ini untuk meninggalkan ide kebebasan dan HAM yang didiktekan Barat untuk menjadi dalih aktivitas dan Kampanye LGBT.
5. Menyeru kepada kaum muslimin untuk kembali kepada Syariat Islam untuk mengatur semua sendi kehidupan agar terwujud Rahmatan Lil'alamin.

Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bandung Raya - BKLDK Jabar, BKLDK Kota Bandung, HATI ITB, DKM UNPAD, UKM KALAM UPI, LSPI UIN Sunan Gunung Djati, LDK KMM STKS, FKIM Telkom University, Fisilmi Itenas, Formasi Piksi Ganesha, LDK UMMI Unikom, FIMI Cimahi, DKM Ulil Albab USB YPKP, Gema Pembebasan Kota Bandung DLL

PERINTAH ALLAH MERUPAKAN UJIAN KEIMANAN

Marilah kita senantiasa meningkatkan mutu keimanan dan kualitas ketaqwaan kita. Keimanan seseorang pastilah akan diuji oleh Allah swt, semakin tinggi tingkat keimanan, semakin berat pula ujian yang akan Allah berikan. Allah berfirman:

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al-‘Ankabut : 2 – 3)

Diantara jenis ujian yang Allah berikan kepada kita adalah ujian yang berbentuk perintah. Nabi Ibrahim a.s. diuji dengan perintah untuk meninggalkan Hajar dan Isma’il di lembah tandus di Makkah, Hajar , istri nabi Ibrahim di uji dengan ditinggalkan suami di tempat yang tak bertuan, dalam riwayat Bukhory dinyatakan bahwa awalnya beliau tidak rela, selalu mengikuti Ibrahim sambil berkali-kali bertanya:

“Wahai Ibrahim, kemana engkau akan pergi dan meninggalkan kami di lembah ini, lembah yang tidak ada orang dan tidak ada sesuatupun?” Nabi Ibrahim diam, tidak sanggup menjawab pertanyaan istrinya, sampai akhirnya istrinya kemudian bertanya:

“Apakah Allah yang memerintahkan engkau hal ini?” Nabi Ibrahim baru bisa menjawab, “ya”, kemudian Hajar mengatakan:

“Kalau demikian (perintah Allah), maka (Allah) tidak akan menelantarkan kami.”

Sungguh Ibrahim dan istrinya telah membuktikan keimanan mereka kepada Allah dengan menjunjung tinggi perintah Allah walaupun dalam pandangan kebanyakan manusia, perintah tersebut sangatlah tidak manusiawi. Coba kita bayangkan seandainya kita yang diperintahkan untuk meninggalkan istri dan anak yang sudah lama kita nantikan kelahirannya, bukan meninggalkan di tempat yang dekat, namun ditempat yang jauh yakni dari Palestina ke Makkah, bukan di tempat yang tersedia kebutuhan hidup, namun di lembah tandus yang air pun susah dicari, akan tetapi keimanan telah merasuk ke diri mereka, hingga dengan kemantapan hatinya Hajar mengatakan: “Kalau demikian (perintah Allah), maka (Allah) tidak akan menelantarkan kami”

Ketika mereka lulus dari ujian ini, tidak berselang lama turunlah ujian berikutnya yakni perintah untuk menyembelih putranya yang sangat ia cintai. Bagaimana mungkin seorang bapak harus menyembelih anaknya yang sangat dia cintai, padahal anaknya itu tidak melakukan kesalahan apapun. Sungguh ini ujian yang sangat berat sehingga Allah sendiri mengatakan:

“Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.” (QS. Ash-Shaffat : 106).

Dan di sini kita melihat bagaimana kualitas iman Nabi Ibrahim as. yang benar-benar sudah tahan uji, sehingga dengan segala ketabahan dan kesabarannya, perintah yang sangat berat itupun dijalankan, walaupun akhirnya Allah menggantikan Isma’il dengan domba yang besar.

Apa yang dilakukan oleh keluarga Nabi Ibrahim a.s merupakan cermin bening untuk melihat sejauh mana kualitas keimanan kita kepada Allah SWT. Kualitas keimanan kita dapat kita ukur dengan merenungi sejauh mana sikap dan ketundukan kita kepada perintah-perintah Allah SWT.

Apakah kita melaksanakan shalat dengan rasa ringan atau berat?, apakah kita mengeluarkan zakat harta kita dengan enteng ataukah justru kita merasa rugi mengeluarkannya?, apakah kita berhaji karena perintah Allah ataukah karena gengsi?, sudahkah kita berupaya menambah ilmu kita setiap hari, ataukah kita hanya memberikan sisa-sisa waktu kita untuk ilmu, itupun kalau sempat? Sudahkah kita berupaya menegakkan semua perintah Allah dalam setiap aspek kehidupan kita?, dalam hal berekonomi, berinteraksi sosial, termasuk perintah-perintah Allah dalam mengatur pemerintahan? Kalau semua itu belum kita upayakan, atau kita berupaya namun asal-asalan, atau justru mencari-cari alasan untuk tidak menjalankannya, maka marilah mulai saat ini, kita kuatkan tekad untuk senantiasa berupaya melaksanakan semua perintah Allah SWT dalam aspek apapun.

Sungguh, ketaatan kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan bukan hanya merupakan ujian keimanan, yang bila kita laksanakan dengan sempurna akan menambah kekuatan iman kita, namun tegaknya perintah Allah, tegaknya syari’ah-Nya juga akan menjadikan hidup ini penuh berkah. Rasulullah bersabda:

“Sungguh satu hukum yang ditegakkan dibumi lebih baik bagi penduduknya daripada mereka diberi hujan 40 pagi.” (HR Ahmad dan An Nasa’i dari Abu Hurairah)

#YukNgajiBarengFIMI
==============================
Raih Amal Sholih dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
==============================
Website : www.fimi-cimahi.blogspot.com
Youtube : http://www.youtube.com/watch?v=kvCdS9CeotE
Facebook : https://www.facebook.com/Forum-Intelektual-Mahasiswa-Islam
Twitter : https://twitter.com/FIMIcimahi
Google+ : https://plus.google.com/108265056100254290903
E-mail : forumintelektualmahasiswaislam@gmail.com
PIN BBM : 545D2A31
==============================

Siapakah Yang Memberi Rezeki Dari Langin dan Bumi ?

Katakanlah, ” Siapakah yang memberi kamu rezeki dari langit dan bumi? Katakanlah: Allah, dan (apakah) sesungguhnya kami atau kamu di atas petunjuk atau dalam kesesatan yang nyata. (As-Saba: 24)
#YukNgajiBarengFIMI
#MahasiswaIslamIdeologis
#IntelektualMahasiswa
==============================
Raih Amal Sholih dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
==============================
Website : www.fimi-cimahi.blogspot.com
Youtube : http://www.youtube.com/watch?v=kvCdS9CeotE
Facebook : https://web.facebook.com/Forum-Intelektual-Mahasiswa-Islam
Twitter : https://twitter.com/FIMIcimahi
Google+ : https://plus.google.com/108265056100254290903
E-mail : forumintelektualmahasiswaislam@gmail.com
PIN BBM : 545D2A31
Contact Person: Mustopa [08-777-011-6926]
==============================

Apa Itu IMAN ?

Iman adalah pembenaran yang pasti sesuai dengan fakta berdasarkan dalil (at-tashdîq al-jâzim muthâbiq li al-wâqi’ ‘an dalîl). Dan pembenaran yang pasti (at-tashdîq al-jâzim) berarti keyakinan yang pasti yang tidak mengandungrayb (keraguan) dan tidak dimasuki syakk (kebimbangan). Ini adalah makna iman itu sendiri secara bahasa yakni pembenaran yang pasti (at-tashdîq al-jâzim).

Sesuai dengan fakta artinya bahwa fakta-fakta yang terindera membenarkannya dan tidak menentangnya. Dan hingga pembenaran yang pasti itu sesuai fakta maka harus berangkat dari dalil yang dipastikan kebenarannya baik apakah dalil ini: berupa dalil aqli (rasional) yakni hasil pembahasan rasional (aqliy) pada fakta-fakta yang terindera seperti pembahasan pada makhluk-makhluk yang terindera untuk berargumentasi bahwa Allah SWT adalah Penciptanya. Atau dengan membahas kalamullah yang telah diturunkan –al-Quran al-karim- untuk berargumentasi bahwa al-Quran itu adalah kalamullah SWT dan bukan ucapan manusia.

Dan berikutnya berargumentasi bahwa Muhammad yang datang membawa kalamullah itu adalah rasul dari sisi Allah. Atau dalil itu berupa dalil naqli yakni melalui penukilan yang dipastikan berasal dari Allah SWT di dalam kitab-Nya yang mulia atau berasal dari Rasul-Nya saw dalam haditsnya yang mutawatir berasal dari beliau saw. Hal itu seperti iman terhadap hal-hal ghaib, para malaikat, kitab-kitab yang diturunkan sebelum al-Quran, nabi-nabi terdahulu, Hari Akhir dan al-Qadar baik dan buruknya. Allah SWT berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (TQS an-Nisa’ [4]: 136)

==============================
Raih Amal Sholih dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
==============================
Website : http://fimi-cimahi.blogspot.co.id/
E-mail : forumintelektualmahasiswaislam@gmail.com
PIN BBM : 545D2A31
Contact Person: Mustopa [08-777-011-6926]
==============================


Photo Sampul